Apa Penyebab Umum Hemofilia?
Hemofilia
adalah kondisi tubuh saat mengalami pendarahan namun darahnya tidak kunjung berhenti.
Normalnya darah akan membeku dan ditahan oleh sel darah putih. Lalu apa yang
menjadi penyebab
umun hemifilia pada tubuh? Salah satu penyebabnya bagi penderita
hemofilia adalah darah kekurangan kandungan protein sehingga menyebabkan darah
sulit beku.

Menurut
hellosehat.com penderita hemofilia biasanya adalah pria. Penyakit ini merupakan
penyakit bawaan yang diturunkan melalui mutasi gen yang berasal dari ayah, ibu
atau kedua orang tua. Akibatnya terjadi perubahan DNA yang menyebabkan tubuh
tidak tumbuh secara normal. Namun penyebab umum hemofilia bisa terjadi
karena perubahan DNA dapat terjadi secara spontan tanpa dipengaruhi oleh gen.
Sehingga pria yang tidak mempunyai riwayat penyakit hemofilia pada keluarganya
tetap beresiko mengidap kelainan ini.
Gejala
hemofilia yang dapat diamati adalah pendarahan yang sulit untuk dihentikan saat
terjadi luka, tidak hanya luka pendarahan pada hidung (mimisan) juga susah
untuk dihentikan. Luka yang diakibatkan oleh proses operasi. Kemungkinan darah
akan membeku sekitar 5-50% sehingga akan memakan waktu yang lama dalam
penyembuhannya. Itu berlaku untuk hemofilia tingkat ringan.
Cara
kerja protein di dalam darah adalah dengan membentuk jaringan penahan di
sekitar sel darah. Dinding penahan ini yang akan menyebabkan darah berhenti
keluar dari tubuh yang luka. Akibat dari kekurangan jumlah protein, luka akan
sukar untuk disembuhkan dan perlu waktu yang lama untuk proses penyembuhan.
Untuk
mendiagnosa tubuh mengidap penyakit hemofilia dilansir dari alodokter.com
adalah dengan cara melihat riwayat penyakit yang diderita oleh keluarga
terutama kakek dan nenek. Hemofilia sudah dapat diprediksi saat umur masih
anak-anak. Tubuh anak-anak yang mengidap hemofilia akan mudah mengalami lebam
dan memar dan pendarahan pada sendi saat berjalan atau merangkak. Gejala
lainnya dapat diamati saat prosedur gigi atau lainnya yang dapat menyebabkan
luka dan peradangan pada tubuh.
Berdasarkan
tingkatan peluang pembekuan darahnya hemofilia dapat dibagi menjadi tiga
tingkatan yaitu :
- Hemofilia ringan. Pederita dengan hemofilia ringan tingkat keberhasilan pembekuan darahnya berkisar antara 5-50%. Gejala yang dirasakan berupa luka yang berkepajangan dan lama seperti luka pasca operasi.
- Hemofilia sedang. Penderita dengan hemofilia jenis ini mempunyai kadar keberhasilan pembekuan darah berkisar antara 1-5% saja. Gejala yang dapat dirasakan oleh tubuh adalah terjadi pendarahan area persendian, kulit mudah mengalami memar, sering mengalami kesemutan dan nyeri pada lutut serta siku dan pergelangan kaki.
- Hemofilia
berat. Penentuan hemofilia berat ini berdasarkan tingkat keberhasilan
darah dapat membeku yaitu sekitar tidak kurang dari 1%. Kondisi tubuh
pengidap jenis hemofilia ini lebih rentan dan lemah. Gejala yang
ditimbulkan berupa sering muntah, leher terasa kaku, sakit kepala berat,
kelumpuhan pada seluruh otot wajah karena terjadi pendarahan di dalam
otak. Karena itu penderita lebih mudah mengalami pendarahan bagian dalam
tubuh. Untuk itu perlu diperhatikan dan diawasi dengan seksama.
Tubuh
penderita hemofilia sangat rentan terhadap luka dan pendarahan sebisa mungkin penyebab
umum yang bisa menjadikan seseorang mengidap penyakit hemofilia harus
sangat diperhatikan semenjak bayi. Diperlukan pengawasan yang ketat pada tubuh
bayi yang mengalami hemofilia agar tidak mudah luka dan orang tua juga harus
paham bagaimana merawat anak yang mengidap kelainan hemofilia ini. Belum ada
tindak pencegahan bagaimana agar tubuh tidak mengidap penyakit ini yang pasti
penyakit didapatkan saat masa kehamilan. Masa kehamilan masa dimana semua tubuh
bayi mengalmi proses pembentukan jadi diperlukan perhatian besar untuk menjaga
ibu dan calon bayi tetap dalam keadaan sehat.